• 087777660511
  • 085211137749
  • 085893532729
495 x 12 x
Melihat Prosesi Adat Cukur Rambut Gimbal pada Dieng Culture Festival - Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya dan keindahan alam yang luar biasa. Masyarakat setempat sampai saat ini masih menjaga dan melestarikan setiap tradisi dan budaya dari nenek moyang mereka. Dari sekitan banyak tradisi dan budaya yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng, ada satu tradisi yang menarik yang diadakan rutin setiap tahunnya yaitu Upacara Adat Cukut Rambut Gimbal.
 
Upacara Adat Cukur Rambut Gimbal ini dikemas dalam acara Dieng Culture Festival. Dieng Culture Festival sendiri merupakan suatu acara berskala nasional yang diadakan di Dataran Tinggi Dieng dan menampilkan beragam acara yang menarik seperti music Jazz. Dieng Culture Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010 atas kerjasama dari Equator Sinergi Indonesia, Pokdarwis Dieng Pandawa dan Dieng EcotourismPokdarwis Dieng Pandawa adalah sebuah wadah komunitas atau kelompok pemuda, pemudi, dan pelaku sadar wisata yang berasal dari kawasan Dieng. Tujuan dari Komunitas Pokdarwis Dieng Pandawa ini adalah mengenalkan pada masyarakat tentang pentingnya sadar wisata dan juga sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata dieng serta melestarikan peninggalan budaya leluhur yang ada di sekitarnya.
 
Upacara Adat Cukur Rambut Gimbal merupakan acara inti dari Dieng Culture Festival. Upacara ini di tujukan untuk meruat rambut gimbal anak-anak Dieng yang merupakan titipan Anak Bajang dari Samudra Kidul dan dipercaya sebagai titisan Eyang Agung Kolotede bagi anak laki-laki dan Nini Dewi Roro Ronce bagi anak perempuan. Arti tradisi meruat ini adalah memelihara atau merawat anak-anak dieng yang memiliki rambut gimbal dengan penuh kasih sayang dan harus mengembalikan rambut yang dianggap sebagai titipan leluhur lewat ruwatan tersebut.
 
Sebelum Upacara Ruwatan dimulai, para orang tua harus mengabulkan permintaan dari anak-anak gimbal tersebut. Prosesi ruwatan dimulai dari rumah tetua adat setempat di Dieng, Batur, Banjarnegara. Anak-anak berambut gimbal yang hendak diruwat dikumpulkan. Di tempat itu, juga telah disiapkan segala sesuatu yang diminta oleh anak-anak tersebut. Selanjunya Dari rumah tetua adat, mereka mengikuti arak-arakan keliling kampung di dataran dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut.
 
Kemudian, anak-anak dibawa ke Kompleks Dharmasala untuk mengikuti jamasan rambut. Air jamasan diambilkan dari Sendang Sedayu. Lalu dibawa ke Kompleks Candi Arjuna, Dieng, untuk dipotong rambutnya. Setelah tembang Dandang Gula dilantunkan, prosesi pemotongan rambut pun dimulai. Yang memotong rambut adalah para sesepuh dan pejabat sekitar. Menurut Sesepuh di Dataran Tinggi Dieng yang juga memimpin prosesi ruwatan rambut gimbal, prosesi pemotongan rambut gimbal merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.
 
Budaya dan tradisi di Indonesia jika kita gali lebih dalam satu-persatu memang tidak ada habisnya. Untuk itu sebagai generasi penerus dari nenek moyang di Indonesia terdahulu harus selalu melestarikan budaya-budaya yang telah di wariskan ini seperti Prosesi Adat Cukur Rambut Gimbal pada Dieng Culture Festival.
  • Dieng Plateau

    View more
  • Tour Reguler Dieng Plateau

    View more
  • DIENG PLATEAU

    View more
  • Tour Spesial Tahun Baru 2019 - Dieng Plateau 7

    View more
Top